Jumat, 30 Oktober 2020

Keinginan Penulis Pemula


 



Keinginan Penulis Pemula

Banyak penulis yang menginginkan tulisannya dimuat di koran dan majalah tertentu. Labih-lebih sebagai penulis pemula alangkah bahagia dan bangganya apabila tulisannya dimuat di koran dan majalah. Banyak penulis terutama penulis pemula putus asa, lalu memutuskan untuk tidak mengirimkan tulisan mereka lagi. Sehingga muncullah anggapan bahwa menulis dimuat di koran dan majalah itu susah. Seringkali kita kagum pada keterampilan menulis seseorang yang semakin baik setiap hari sedangkan kemampuan kita masih jalan di tempat. Mungkin juga kita sering merasa iri pada penulis lain yang telah mampu menulis dengan lancar sedangkan kita menyusun kalimat menjadi paragraf saja sulitnya minta ampun.

Ternyata kita lebih mudah berbicara, karena tinggal mengucapkannya saja apa yang ada di dalam hati maupun pikiran. Prosesnya begitu cepat. Lain halnya apabila kita ingin mewujudkan dalam bentuk tulisan. Apa yang kita rasakan dan pikirkan belum tentu bisa langsung dituliskan, karena ada banyak faktor yang menyebabkannya. Kita butuh sarana untuk menuliskannya, seperti komputer atau kertas dan pena, baru kemudian tangan bisa menuliskannya. Walaupun sudah ada sarana itu, tidak serta merta otomatis bisa langsung menuliskannya. Kadang-kadang tulisan kita berhenti di tengah jalan, akibatnya kita menjadi patah arang.

Bagaimana agar kita bisa menulis dengan lancar dan tidak gampang patah arang? Banyak penulis hebat yang menularkan ilmunya dan pengalamannya untuk memberikan solusi. Salah satu penulis hebat itu adalah Bapak Encon Rahman. Beliau seorang penulis yang tidak diragukan lagi kehebatannya dalam menulis. Adapun karya yang sudah dipublikasikannya antara lain, (1) Menulis 500 berupa cerita pendek, artikel pendidikan dan puisi ke surat kabar / majalah lokal dan nasional. (2) Menulis 6 buku pelajaran untuk Sekolah Dasar, (3) Menulis 2 buku sosial (4) Menggambar 150 kartun di surat kabar/majalah (5) Menulis Penelitian Tindakan Kelas setiap tahun dan dipubliksikan di jurnal ilmiah.

Agar kita menulis dapat lancar dan tidak gampang menyerah Bapak Encon Rahman memberikan solusi sebagai berikut:

1. Menulis harus memiliki tujuan

Dengan memiliki tujuan, kita menulis akan memiliki arah yang jelas. Misalnya, tujuan kita menulis agar di muat di koran dan majalah. Maka dalam diri kita akan muncul motivasi dengan sendirinya yaitu kiinginan kuat untuk belajar menulis.agar tulisan dimuat di koran dan majalah..

2. Menulis harus memiliki niat

Niat menulis harus ada di dalam diri kita. Tanpa ada niat menulis mustahil akan muncul kemauan atau keinginan kita untuk menulis. Misalnya, niiat kita menulis untuk mencari uang, agar terkenal atau amal jariyah.

3. Menulis harus memiliki target

Dalam menulis harus memiliki target yang harus kita capai. Berapa hari, minggu, atau bahkan berapa bulan kita menyelesaikan tulisan kita ? Sehingga target menulis yang kita inginkan tercapai. Walaupun untuk menulis, kadang-kadang kita dihinggapi perasaan jenuh dan malas . Apa pun, tidak hanya menulis, kalau sedang dilanda malas, kita tidak bisa melakukannya. Melawan rasa malas juga bukan perkara mudah. Terlebih hal yang mau kita tulis dianggap berat, baik materi maupun cara menulisnya. Jadi, untuk mengatasinya bisa dengan menyimak tulisan orang lain atau membaca buku. Mengamati kejadian yang terjadi di sekitar kita. Menonton televisi, film, atau sinetron. Maka akan muncul ide-ide atau gagasan yang dapat kita jadikan bahan tulisan. Rasa malas akan hilang dengan sendirinya sehingga target menulis akan tercapai.

Selain itu, Bapak Encon Rahman membagi keterampilan menulis menjadi tiga tingkatan atau level :

1. Menulis level rendah

Kita dapat berlatih menulis mulai dari level rendah yaitu membuat resume atau menulis di blog. Menulis di blog itu sangat mudah. Tidak pernah ada batasan-batasan dalam menulis blog. Ketika kita memutuskan untuk membuat atau memiliki sebuah blog, maka di situ pula kita. memiliki sebuah wadah kreativitas untuk menuliskan gagasan-gagasan dan apa yang kita pikirkan dengan mudah.

2. Menulis level sedang

Menulis buku antologi merupakan menulis tingkat sedang. Terkait menulis antologi, bisa kita jadikan ajang untuk latihan menulis. Enaknya menulis antologi karena temanya sudah diberikan.sehingga tidak terlalu sulit mencari ide. Cukup mengembangkan, mencari topik spesifik yang unik, memasukkan unsur menghibur, mendidik dan konflik dalam tulisan Untuk proses kreatif, biasanya gagasan/ide muncul dari hal-hal yang sudah terjadi.

Tulisan lain yang termasuk level sedang yaitu menulis artikel. Menulis artikel termasuk keterampilan terapan yang bisa dipelajari terlebih dahulu. Sebagai penulis pemula, mentor atau pembimbing sangat diperlukan.agar artikel yang kita tulis bisa dimuat di koran dan majalah.Guna mentor atau pembimbing akan mengoreksi artikel kita sebelum dikirim koran dan majalah mencakup:

a. Cara menulis judul artikel agar bisa dimuat di koran dan majalah

b. Cara menulis intro

c. Cara menulis pembahasan dan kesimpulan artikel

3. Menulis level tinggi

Menulis buku solo atau pribadi merupakan keterampilan menulis level tinggi. Dalam menulis buku solo tersebut, diharuskan untuk berlatih terlebih dahulu dengan menulis tentang hal-hal yang sederhana. Materi yang telah dikuasai betul-betul. Minimal kita mempunyai banyak referensi mengenai tema yang akan kita angkat menjadi sebuah buku. Dengan banyak refernsi kita bisa menyelesaikan menulis buku lebih mudah, lebih semangat karena apa yang akan ditulis sudah ada di kepala. Tebal dan tipisnya buku tergantung kemampuan kita sendiri. Yang paling penting kita menyelesaikan satu buku dengan isi yang bagus.

Banyak motivasi yang kita peroleh dari penulis-penulis hebat. Tinggal kita mau berubah atau tidak, mau aktif menulis atau pasif tergantung pada diri kita sendiri. Orang-orang disekitarmu hanya bisa memotivasi setelah mereka berhenti memotivasimu, apakah kita juga bakalan berhenti menulis? Dorongan yang terbaik datang dari dirimu sendiri. Kita harus terus mencoba, insya Allah impian kita tercapai sehingga tulisan kita terbit di koran atau majalah. Memiliki buku solo dalam waktu dekat, terbit di Indie atau Mayor tidak masalah. Inilah keinginan penulis pemula tidak hanya sekadar angan-angan tetapi keinginan yang harus diwujudkan. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kegagalan Berbuah Keberhasilan

Kegagalan Berbuah Keberhasilan Selama ini banyak orang masih menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Pola pikir yang memandang ...